Dalam dunia pengembangan software modern, pengelolaan source code menjadi fondasi utama dari seluruh proses kerja tim developer. Hampir semua aplikasi digital, baik skala kecil maupun besar, bergantung pada sistem version control yang rapi, aman, dan mudah digunakan. Di antara banyak pilihan yang tersedia, dua nama yang paling sering muncul adalah Gitea dan GitHub.

Keduanya sama-sama berbasis Git dan memiliki tujuan utama yang sama, yaitu membantu tim developer mengelola kode sumber secara kolaboratif. Namun, di balik kesamaan tersebut, Gitea dan GitHub memiliki pendekatan yang sangat berbeda. Perbedaan inilah yang sering kali menjadi penentu, mana yang lebih tepat digunakan sesuai kebutuhan proyek dan organisasi.

Artikel ini akan membahas perbandingan Gitea dan GitHub secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi fitur, tetapi juga dari sudut pandang kontrol data, biaya, skalabilitas, dan strategi jangka panjang dalam pengelolaan source code.

Mengapa Pemilihan Platform Git Sangat Penting?

Bagi sebagian orang, memilih platform Git mungkin terlihat sebagai keputusan teknis biasa. Padahal, keputusan ini memiliki dampak besar terhadap alur kerja tim, keamanan data, hingga keberlanjutan proyek.

Platform Git bukan sekadar tempat menyimpan kode. Ia menjadi pusat kolaborasi, dokumentasi, diskusi, dan histori pengembangan. Jika platform yang dipilih tidak sesuai dengan kebutuhan, tim bisa menghadapi masalah seperti keterbatasan kontrol, biaya yang terus meningkat, atau ketergantungan pada pihak ketiga.

Karena itu, memahami karakteristik Gitea dan GitHub secara objektif akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih matang.

Mengenal Gitea dan GitHub Secara Singkat

Gitea adalah platform Git repository hosting berbasis open source yang dirancang untuk dijalankan secara self hosted. Artinya, Gitea diinstal dan dijalankan di server milik sendiri, seperti Cloud VPS. Semua data, konfigurasi, dan akses pengguna sepenuhnya berada di bawah kendali pemilik server.

Sementara itu, GitHub adalah platform Git berbasis cloud publik yang dikelola sepenuhnya oleh pihak GitHub. Pengguna cukup membuat akun dan langsung bisa menggunakan layanan tanpa perlu memikirkan urusan server, maintenance, atau keamanan infrastruktur.

Perbedaan model inilah yang menjadi dasar dari hampir semua perbandingan antara Gitea dan GitHub.

Perbandingan Gitea dan GitHub

Untuk memudahkan pemahaman, berikut perbandingan Gitea dan GitHub dari berbagai aspek penting dalam pengelolaan source code.

Aspek Gitea (Self Hosted) GitHub
Kepemilikan Data Data sepenuhnya berada di server milik sendiri Data disimpan di infrastruktur GitHub
Model Hosting Self hosted di VPS atau server pribadi Cloud publik siap pakai
Biaya Penggunaan Gratis tanpa biaya lisensi, hanya biaya server Gratis untuk dasar, berbayar untuk fitur lanjutan
Kontrol Infrastruktur Penuh, bebas konfigurasi Terbatas pada kebijakan GitHub
Skalabilitas Tergantung kapasitas VPS Skalabilitas otomatis
Fitur Kolaborasi Pull request, issue, wiki, code review Sangat lengkap dan matang
Ekosistem Integrasi Terbatas, perlu konfigurasi manual Sangat luas dan siap pakai
Kemudahan Setup Perlu instalasi dan maintenance server Langsung digunakan tanpa setup server

Kelebihan dan Kekurangan Gitea

Gitea memiliki daya tarik kuat bagi tim yang mengutamakan kemandirian dan kontrol penuh.

Kelebihan Gitea:

  • Kontrol penuh atas data dan repository
  • Tidak ada biaya lisensi atau batasan fitur inti
  • Ringan dan efisien untuk dijalankan di VPS
  • Cocok untuk kebutuhan internal dan private project

Kekurangan Gitea:

  • Membutuhkan pengelolaan server sendiri
  • Integrasi pihak ketiga tidak sebanyak GitHub
  • Perlu pemahaman dasar administrasi server

Kelebihan dan Kekurangan GitHub

GitHub dikenal luas sebagai platform Git paling populer di dunia, terutama untuk kolaborasi publik.

Kelebihan GitHub:

  • Ekosistem integrasi yang sangat luas
  • Mudah digunakan tanpa perlu setup server
  • Cocok untuk open source dan kolaborasi global
  • Fitur kolaborasi dan automation yang matang

Kekurangan GitHub:

  • Kontrol data terbatas pada kebijakan platform
  • Biaya dapat meningkat untuk kebutuhan tim besar
  • Ketergantungan penuh pada layanan pihak ketiga

Kapan Sebaiknya Memilih Gitea?

Gitea sangat tepat digunakan jika Anda atau organisasi Anda membutuhkan Git server internal dengan kontrol penuh. Misalnya untuk proyek perusahaan, sistem internal, atau aplikasi yang bersifat sensitif.

Dengan menjalankan Gitea di Cloud VPS, Anda bisa menyesuaikan sistem sesuai kebutuhan, sekaligus membangun fondasi DevOps yang mandiri dan berkelanjutan.

Kapan GitHub Menjadi Pilihan Lebih Tepat?

GitHub ideal untuk proyek open source, kolaborasi lintas organisasi, atau tim yang ingin fokus sepenuhnya pada pengembangan tanpa memikirkan pengelolaan server.

Bagi banyak startup dan komunitas open source, kemudahan dan ekosistem GitHub masih menjadi nilai tambah yang sulit tergantikan.

Peran Infrastruktur Server dalam Gitea Self Hosted

Jika Anda memilih Gitea, kualitas server menjadi faktor kunci. Git server sangat bergantung pada performa storage, kestabilan jaringan, dan resource yang konsisten.

Cloud VPS dengan infrastruktur yang kuat memungkinkan Gitea berjalan stabil meskipun jumlah repository dan pengguna terus bertambah.

VPS Plasawebhost untuk Gitea Skala Kecil hingga Besar

Plasawebhost menyediakan layanan Cloud VPS dengan infrastruktur yang dirancang untuk kebutuhan pengembangan software modern. Resource server dapat diskalakan sesuai pertumbuhan proyek, tanpa mengorbankan performa.

Dengan jaringan yang stabil dan dukungan teknis yang responsif, VPS Plasawebhost menjadi fondasi yang siap mendukung Gitea self hosted, baik untuk tim kecil maupun organisasi berskala besar.

Kesimpulan

Gitea dan GitHub bukanlah pesaing yang saling meniadakan, melainkan dua solusi dengan pendekatan berbeda. Gitea unggul dalam kontrol, kemandirian, dan efisiensi biaya, sementara GitHub unggul dalam kemudahan, ekosistem, dan kolaborasi luas.

Pilihan terbaik sangat bergantung pada kebutuhan Anda. Jika kontrol data dan kemandirian menjadi prioritas, Gitea self hosted di Cloud VPS adalah pilihan yang tepat. Dan dengan infrastruktur yang kuat seperti VPS Plasawebhost, solusi ini siap menjadi fondasi pengelolaan source code jangka panjang.